Thursday, July 26, 2012

Kartu As 0852 2004 3344 tidak digunakan lagi

Assalamua'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Dengan pengumuman ini, sejak hari ini 26 July 2012, saya menyatakan dan mengumumkan bahwa kartu As bernomor 0852 2004 3344 sudah tidak lagi digunakan. Kartu tersebut digunakan sejak July 2004 dan mulai dikurangi penggunaannya mulai bulan Juni 2009 serta mulai diperkenalkan nomor baru kartu Halo. Bagi rekan-rekan yang menyimpan nomor kartu as saya, namun belum memiliki nomor kartu halo saya, silakan menghubungi saya via email: mamatthescholar@gmail.com atau facebook: facebook.com/mamatrohimat, atau via twitter @mamatrohimat.

Kartu tersebut tidak dapat dipulihkan karena masa aktifnya telah hilang. Setelah HP saya ada yang mengambil dan saya hanya menggunakan kartu halo saya, saya lama tidak menggunakan kartu tersebut dan akhirnya harus direlakan hangus:-(.

Adapun jika suatu waktu ada yang menghubungi dari kartu tersebut, terutama setelah pengumuman ini, sangat mungkin bukan dari saya:-). Saya membebaskan diri saya dari akibat hukum apa pun atas penggunaan nomor tersebut.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Mamat Rohimat

Wednesday, April 28, 2010

Anak adalah asset terpenting kita

Assalamualaikum Wr.Wb.

Merujuk pada hadits Rasulullah:"Ketika Anak Adam Meninggal Dunia,maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara:shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendoakannya". Memikirkan hadits tersebut, maka agar amal kita terus mengalir kepada kita, walaupun kita telah meninggal dunia, maka:
1. kita harus melakukan shadaqah jariyah, yaitu melakukan shadaqah u/ membangun sarana prasarana yg bersifat tahan lama, yang dibutuhkan umat manusia, untuk mendekatkan diri kepada Allah
2. mempelajari ilmu yg bermanfaat, lalu mengajarkannya kepada orang lain
3. memiliki anak, mendidiknya sehingga menjadi anak shaleh, agar selalu berdoa u/ memohon ampunan dan rahmat untuk kita

Saya merenungkan poin ketiga,anak yg shaleh.Mengenai anak, saya mendefinisikannya dalam arti luas, yaitu keturunan. Bukan cuman anak langsung kita yg diharapkan memiliki kualitas yang baik (shaleh), namun semua anak cucu kita.Kita berharap, semakin dalam keturunan kita, kualitasnya semakin jauh lebih baik dari kita. Itulah yang disebut dengan memperbaiki keturunan. Konsep tersebut terinspirasi dalam suatu bisnis Multi Level Marketing (MLM), yaitu dengan sponsoring up, yaitu dengan mensponsori orang-orang yang kualitasnya, "di atas" kita, agar jaringan bisnis kita, semakin dalam semakin kokoh.

Lalu, bagaimana mungkin kita bisa memastikan kalau anak cucu kita lebih baik dari kita, jika kita tidak punya cukup waktu untuk memantau perkembangannya? Karena itulah, saya jadi berteori: seharusnya kita bisa memastikan kalau cucu kita sudah memiliki perilaku yg lebih baik dari anak kita, dan anak kita telah lebih baik dari kita.Atau, kita mengajarkan agar anak kita lebih baik dari kita dalam mendidik anak-anaknya, dan kebiasaan tersebut harus terus dilakukan oleh keturunan kita. Setiap kakek, harus punya tanggung jawab memantau perilaku, jangan cuman sebatas kepada anak, tapi juga kalau bisa minimal sampai cucunya. Kalau itu sudah bisa dilakukan, kita harus bersyukur, dan insya Allah, harapan kita tidak akan sia-sia.

Atas dasar hal itu pula, jika umur kita mengikuti umur nabi, sekitar 60 tahun-an, maka sebaiknya kita sudah memiliki cucu di usia 40thn-an, agar punya waktu sekitar 20thn-an memantau perkembangan cucu. Agar bisa memiliki cucu di usia 40thn-an, berarti harus memiliki anak maksimum di usia 28thn-an. Agar bisa memiliki anak di usia 28thn-an, berarti kita harus menikah maksimum di usia 27thn-an.

Karena pertimbangan di atas, saya sangat gelisah ketika saat usia saya bulan umur 27 thn (10 Juli 2009) belum juga menikah. Akhirnya, sy putuskan menikah dengan cepat, dan sy menikah tanggal 09 Agustus 2009 (090809). Harapan sy, sy tidak terlalu terlambat untuk segera punya anak, dan bisa punya anak di usia maksimum 28 thn-an.

Alhamdulillah, ternyata istri sy sedang masa subur saat kami menikah, karena terakhir masa sucinya adalah 27 Juli 2009, sehingga istri sy langsung hamil. Walaupun istri sy belum menginginkan hamil, krn belum menyelesaikan studinya. Namun, sy telah menginginkan kehamilan istri sy. Dan, Allah mengabulkan keinginan sy.

Alhamdulillah, hari Sabtu, 24 April 2010 (09 Jumadil Awal 1431 H), istri sy telah melahirkan. Walau sy sendiri sedikit kaget, karena menurut perkiraan awal, sy pikir akan lahiran tanggal 16 Mei 2010 yaitu tepat 280 hari (9 bulan + 10 hari) setelah menikah. Namun, ternyata hanya 259 hari setelah menikah, istri sy telah melahirkan. Namun, menurut info dari berbagai sumber, usia kehamilan normal adalah:
* 36-40 minggu
* 250-300 hari
* 9 bulan + 10 hari
source:http://ratnarespati.com/2009/04/15/perkembangan-bayi-di-setiap-umur-kehamilan/

Jika 1 minggu = 7 hari, maka 259 hari kehamilan = 37 minggu, dan berarti sebenarnya bukan kelahiran prematur, seperti yang saya takutkan sebelumnya.Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan, dengan Berat Badan 3,5 kg, Tinggi 50 cm, dan dilahirkan secara normal.

Saya menamainya: Aisyah Khairun Nisa, dengan beberapa alasan:
* sebagai pengakuan, kalau Aisyah ummul mukminin adalah sebaik-baiknya wanita. Dari beliaulah, banyak hadits-hadits yang disampaikan.
* berharap, anak sy tersebut memiliki akhlak yang baik, sehingga bisa mencontoh Aisyah. Ia tidak perlu mencari idola yang lain, cukuplah mengambil idola dari yang tertera di namanya, sehingga semoga menjadi sebaik-baiknya wanita. Yaitu, baik kepada orang tuanya, baik kepada suaminya, baik kepada anak-anaknya, dan baik kepada Tuhannya.
* kemarin sy pikirkan makna Aisyah, ternyata maknanya adalah: seorang wanita yang hidup. Begitulah, Abu Bakar dulu menamai putrinya Aisyah, dan sy mengikutinya. Insya Allah.
* dengan demikian, arti Aisyah Kharun Nisa adalah seorang wanita yang hidup, adalah sebaik-baiknya wanita.

Terakhir, semoga anak saya tersebut bisa menjaga diri dan harapan sebagaimana tertuang di dalam namanya. Amin


Wassalamualaikum Wr.Wb


Mamat Rohimat

Friday, September 18, 2009

Idul Fitri 1430 H

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Hampir telah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Sepertiga pertama bulan ramadhan, adalah saat Allah membuka pintu rahmat. Sepertiga kedua di bulan ramadhan adalah saat Allah membuka pintu magfirah (ampunan). Sepertiga terakhir di bulan Ramadhan, Allah membebaskan hamba-hamba yang memanfaatkan momentum baik ini untuk selamat dari api neraka (itqun minan nar).

Namun, malaikat jibril berdo’a yang diaminkan oleh Rasulullah: “Ya Allah, jangan terima ibadah ramadhan orang yang saat idul fitri, belum mendapatkan maaf dari kedua orang tua, pasangan, dan atau teman sejawatnya.Dan juga jangan diterima ibadah orang yg tidak menerima maaf kepada orang yang meminta maaf kepadanya”.

Oleh karena itu, agar ibadah kita diterima Allah, mari kita saling: MEMAAFKAN ATAS SEMUA KESALAHAN. Saya juga mengucapkan:

“ Mohon Maaf Lahir & Bathin, Mohon Maaf Atas Semua Kekhilafan yang Pernah Diperbuat”.

“Allahumaj’al lana minal ‘aidin wal faizin; Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang kembali kepada kesucian (fitri), suci dari dosa; dan bagian dari orang-orang yang beruntung”.

“Taqaballahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum: Semoga Allah menerima ibadah shaum kita, dan ibadah-ibadah lainnya”.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Mamat Rohimat & Keluarga

http://www.mamatrohimat.blogspot.com

Monday, August 31, 2009

Pribadi Seorang Muslim Sejati

Dalam kultum shubuh di Masjid Al-Jihad, Setiabudi Jakarta Selatan, tanggal 25 Agustus 2009, saya menyebutkan beberapa karakter seorang pribadi muslim sejati.

Dalam kultum itu, saya baru mengungkapkan tiga karakter. Insya Allah, karakter-karakter lainnya akan dibahas pada kultum-kultum berikutnya. Berikut adalah ulasan singkat mengenai ketiga karakter pribadi Muslim Sejati yang sudah saya bahas:
  1. Paham terhadap Agama Islam
  2. Suka menuntut ilmu, terutama ilmu agama
  3. Mencintai Al-qur'an
Uraian lebih lengkap, Insya Allah, akan lebih tepat jika saya uraikan di blog khusus tentang keilmuan yaitu http://www.ilmudanhikmah.blogspot.com


Mamat Rohimat

Wednesday, August 19, 2009

MR 989: MAMAT ROHIMAT MELAKUKAN AKAD NIKAH PADA 09-08-2009

Bismillahirrahmanir rahim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb

Alhamdulillahirabbil Alamin. Pada hari kamis, 13 Agustus 2009, saya menulis di facebook (facebook.com/mamatrohimat) dg juga dimulai dg hamdalah krn sy telah BERHASIL melalui masa-masa kritis sbg seseorang yg “ingin” menjaga kesucian diri dg menuliskan symbol MR 989. Hari ini, sy umumkan arti symbol MR 989 itu beserta hikmah yg terkandung di dalamnya agar selain untuk menghindari fitnah, juga untuk mengambil pelajaran terbaik darinya.

MR 989 mengandung arti bahwa saya, dengan niat mencari ridha Allah, Mamat Rohimat telah melakukan akad nikah pada hari Ahad, tanggal 9 Agustus 2009 (989), kepada Annisa Rahmah Jalillah, di Purwakarta. Kalau pada status sblmnya sy bicara: “aku mengetahui diriku, dari apa yg belum kau ketahui", maka dg penjelasan arti symbol tersebut, sy katakana: “Kini, Engkau tahu keadaan diriku”.

Keputusan untuk menikah pada 090809, baru diambil malam sebelumnya (sabtu malam, 080809) atas usulan dari seorang kakak. Padahal, tadinya, sy merencanakan untuk melangsungkan akad nikah setelah idul fitri, dan sy baru merencanakan untuk mempertemukan kedua keluarga di Purwakarta. Apa boleh dikata, Allah telah menuliskan takdir-Nya untuk saya, dan bahkan Allah campur tangan untuk mempermudah terlaksananya takdir tersebut.

Allah berfirman:”Di sisi Allah-lah, kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Dan Allah, mengetahui apa-apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tidak ada sehelai daun yang gugur, kecuali Allah mengatahuinya, dan tidak pula sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis di dalam kitab lauhul mahfud” (Al-An’am 59). Dengan demikian, segala sesuatu yang terjadi ini, telah Allah tetapkan di dalam Lauhul Mahfudz, dan tak ada satu pun yang bisa menolaknya.

Allah juga berfirman:” Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan jadikan baginya jalan keluar dari permasalahannya. Dan Allah akan memberikan rizki baginya, dari jalan yg tidak pernah diperhitungkannya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah-lah kecukupan baginya. Sesungguhnya Allah akan melaksakan keputusan-Nya (takdir-Nya). Sungguh, Allah telah menjadikan bagi setiap perkara itu, takdir-Nya” (At-Thalaq:2-3). Pernikahan sy itu adalah takdir-Nya, dan Allah-lah yang melaksanakan Takdir-Nya tersebut.

Ada banyak pelajaran dari kejadian (pernikahan) tersebut, yang dapat kita petik darinya;
• “Allah menghendaki kemudahan bagi kita, dan Allah tidak menghendaki kesulitan bagi kita”.
• Keinginan Allah memudahkan kita itu dg kemudahan dalam syariat Islam. Begitu mudahnya nikah dalam Islam. Syarat sah nikah: ada mempelai laki-laki & wanita, ada wali, ada dua orang saksi, dan ijab-qabul.
  • Kita tidak tahu, hukum nikah bagi kita, apakah sunah ataukah wajib. Jika wajib, maka menunda-nunda nikah adalah dosa.
  • Yang mempersulit kita, bukan syariat, namun adalah ‘hawa’. Krnnya, barang kali, Allah ingin, dg pernikahan sy ini, bisa menjadi ‘bantahan’ kalau nikah itu sulit sekaligus bantahan, kalau Allah itu mempersulit.
  • Krnnya, “pernikahannya” ternyata bisa dilaksanakan dg segera (1 hari). Walaupun, KUA memiliki prosedur tetap, minimum pendaftaran 15 hari sebelum hari H.
  • Insya Allah, untuk syukuran, bisa dilaksanakan di lain waktu. untuk keluarga, insya Allah saat idul fitri, dan untuk teman-teman insya Allah saat idul adha agar bersamaan dengan lebaran
  • Tidak ada kesempatan untuk ‘menghitung hari’, yg biasa masyarakat kita lakukan untuk mencari ‘waktu baik’. Karena, semua waktu adalah waktu Allah, dan itu waktu baik. Bagi Allah, tidak ada “hari naas”, atapun “hari larangan bulan”; yang ada adalah hari ahad, senin, dst.
  • Sy memohon do’a dan restu dari semuanya.
Demikian, semua ini tidaklah terjadi kecuali atas kehendak Allah. Dan, hanya kepada Allah-lah semua urusan kembali. Hanya kepada Allah pula-lah kita berserah diri.



Waalaikum Salam Wr.Wb.

Mamat Rohimat