Wednesday, January 4, 2017

Jangan Urusi Hal Kecil


Orang kecil itu ngurusin hal-hal kecil. Jika ingin menjadi orang besar, kt jgn mau direpotkan dg hal kecil.
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Senang Juga Dengar Hadits

~memang tidak ada yang lebih pantas dikaji, didengar, melebihi Qur'an dan Hadits nabi.
~karena kemuliaan pembicaraan, tergantung siapa yang berbicara.
~ini yang bicara: Allah, Rasulullah.
$sayangnya, pembahasan tentang hadits sangat jarang.
$ulama yg paham hadits juga jarang.
$sejujurnya saya pun, baca terjemahan pun belum khatam baca shahih bukhari, shahih muslim. Dulu sebelum masuk S2, sempat baca-baca, paling baru 3/4 nya.
$inginnya, jk pun tidak hafal, shahih bukhari dan shahih muslim, dengar syarakhnya. Inginnya dr ust dzulqarnain, karena saya bisa mudah mencerna penjelasan beliau dan senang: beliau suka ulas sanadnya, terjemahkan, dan faidah penting dari hadits. Jadi, secara global sdh mencukupi.
$mungkin karena bahasa arab belum terlalu hebat: saya dengar syarakh syaikh ustaimin dari kitab buyu' shahih muslim: ada kata-kata yg saya belum bgt paham kecuali tebakan konteks, untung temanya pernah dibahas dlm bbrp kitab fikh. Tapi, tidak mslh, ingin coba dengar saja dulu tentang kitab buyu' semuanya, dari berbagai kitab hadits dan fikh. Ini untuk mengumpulkan fundamental, sebelum ujian Ahli Syariah Pasar Modal. Kuasai dulu secara makro dari kitab buyu' berbagai kitab, yg lbh luas dr sekedar pasar modal.
$kitab buyu', kalau dalam universitas dipelajari dalam satu jurusan: Syariah. Seakan-akan, jk menguasai satu kitab buyu' saja, seperti menyelesaikan gelar kesarjanaan syariah.
$di situ terlihat bhw cakupan materi kuliah2 itu sempit. Jauh dibandingkan para ulama yg belajar dan menguasai berbagai disiplin ilmu.
$alhamdulillah saya punya software 9 hadits, dan saya coba istikhraj satu hadits tentang hakikat iman, ternyata muncul 39 hadits. Yang berikut dari shahih bukhari, dikenal dg hadits Jibril
الجزء رقم :1، الصفحة رقم:19

50 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، أَخْبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ ، عَنْأَبِي زُرْعَةَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ : مَا الْإِيمَانُ ؟ قَالَ : " الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَبِلِقَائِهِ، وَرُسُلِهِ، وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ ". قَالَ : مَا الْإِسْلَامُ ؟ قَالَ : " الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ، وَلَا تُشْرِكَ بِهِ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ ". قَالَ : مَا الْإِحْسَانُ ؟ قَالَ : " أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ ". قَالَ : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قَالَ : " مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ، وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا : إِذَا وَلَدَتِ الْأَمَةُ رَبَّهَا، وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ". ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ }. الْآيَةَ، ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ : " رُدُّوهُ ". فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا، فَقَالَ : " هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ ". قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ : جَعَلَ ذَلِكَ كُلَّهُ مِنَ الْإِيمَانِ.

Kitab-kitab hadits

~saya dapat link kutubut tis'ah, ini:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.arabiait.sunna

~saya sdh download, dan coba cari pembahasan.
~subhanallah, mudah! Gratis lagi.
~entah berapa puluh ribu hadits dikumpulkan di situ, walaupun kurang ilmiah, untuk pembahasan santai bisa dimanfaatkan.
$jd, mau cari topik dari Qur'an, atau sunnah, sekarang mudah, alhamdulillah.

Mungkin inilah jalannya kebaikan Allah

~jika kita jujur menilai, ternyata benar, kadang inilah mungkin lebih baik untuk kita.
~Allah lebih tahu untuk kita
~kadang keadaan-keadaan dibuat, walaupun terlihat tidak disukai keumuman manusia, tapi itulah yg baik menurut Allah. Atau barangkali Allah bermaksud mempersiapkan kebaikan untuk kita
$kalau begitu, bkn sekedar tidak pantas mengeluh, tidak hanya sabar atau ridha, bahkan sepantasnya syukur
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Komitmen atas perjanjian

~alarm yang disetting bunyi: harus paksa bangun. Karena ini perjanjian. Saya merasa walaupun sdh pasang alarm, gak manfaat kalau pas bunyi, cmn bangun untuk mematikannya, berisik:-). Ini ternyata yg pertama kali harus saya tegakkan.
~kemarin saya hitung-hitung: andaikan per hari bisa menghafal 1 halaman Qur'an dg mutqin, maka dalam 1 tahun akan hafal hampir 30 juz. Matematika sederhana sih, cuman ngitung:-).
~tapi dibalik itu:
1. Butuh komitmen untuk tiap hari tak terputus menambah hafalan 1 halaman.
Padahal, sejak saya bilang begitu, belum menambah juga.
2. Hafalan yang kemarin-kemarin jangan hilang lagi, caranya: kuat sekali hafalannya dan sepertinya sulit, atau sering ngulang.
3. Dengan demikian istiqomah yg hrs diprioritaskan dlm hafalan Qur'an: adalah mengulang hafalan, bukan menambah hafalan. Knp? Karena tujuan dari hafalan adalah menjaga agar tetap hafal. Buat apa menambah hafalan, tapi yang sudah terhafal lupa lagi?
~dulu saya keliru mendefinisikan istiqomah dalam hal ini, yaitu menambah hafalan tiap hari. Jika pun sibuk dg kegiatan, asal tiap hari 5 ayat. Dan ini terbukti keliru. Knp? Karena ayat yang kemarin dihafal sdh lupa, sehingga tahun besok hrs mengulang menghafal ayat yg kemarin dihafal:-). Ini adalah contoh yang salah, bayarannya mahal.
~benar kt ust bambang, lbh baik ngulang, drpd nambah.
~maka istiqomah dlm tahfidzul Qur'an adalah:muraja'ah, misalnya mengulang hafalan min 1juz/ hari. Andaikan baru hafal juz 30, berarti diulang tiap hari. Andaikan tidak mampu nambah, berarti gpp, beliau adalah penghafal Qur'an juz 30 :-).
4. Membayar denda atas pelanggaran perjanjian
~jika perjanjian dalam diri adalah muraja'ah tiap setelah shubuh 1juz, jika tidak mampu krn ada gangguan, namanya pelanggaran harus bayar denda. Yaitu ganti di waktu lain di hari itu, jangan hari esok. Mungkin setelah dzhuhur, atau magrib.
أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

Tuesday, January 3, 2017

Mendeteksi Penurunan Iman

~saya merasakan ada tanda-tanda keimanan sedang menurun:
1. Kurang semangat baca Qur'an
2. Kurang khusuk dalam shalat
3. Kurang semangat memperpanjang bacaan dalam shalat
4. Luputnya banyak kebaikan-kebaikan
~sebabnya: pasti karena luputnya banyak kebaikan baik dari hal wajib ataupun sunnah, atau mungkin adanya dosa yang teralami.
~yg jelas: sakit tenggorokan selama 1 minggu jelas telah berpengaruh thd interaksi dg Qur'an: malas membaca dan mengucapkan kalimat2 Qur'an, ditambah kadang terjadi gangguan2 akibat kesalahan pola hidup, atau gangguan external akibat perayaan tahun baru, bahkan perjalanan safar yang mengambil pikiran, tenaga, dan waktu.
~ketika diagnosis terhadap hal spt ini sdh dirasakan: kita hrs segera untuk mengobati.
~jika kita cukup punya keahlian dlm hal ini, kita akan mudah mendeteksi, shg tahu obat apa yg hrs segera dikonsumsi, agar hati tidak semakin sakit, iman tidak terus jatuh ke level berbahaya, dan bhkn hati tdk menjadi mati.
~jika tidak punya keahlian, hrs segera konsultasi ke dokter keimanan yg paham ttg hati-hati manusia, yaitu ulama2 yang mengerti tentang kondisi jiwa-jiwa manusia. Barangkali akan diberikan resep-resep cocok, sesuai diagnosis yang dialami seorang pasien.
$jangan biarkan hati menjadi sakit, bahkan mati.
$jangan biarkan iman kita terus turun ke level bahaya.
$banyak orang gak paham fikh tentang hati ini, sehingga kadang mereka gak sadar sedang terserang penyakit yang berbahaya.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Setelah Nabi Meninggal

~bani Israil: ketika seorang nabi meninggal [spt nabi musa], langsung digantikan nabi setelahnya [spt yusya bin nun, yg merupakan murid nabi musa, yg menemani perjalanan menemui nabi khidir]. Keadaan tersebut berlanjut sampai nabi Isa di utus. Karena itu, wajar jk bani Israel adalah bangsa yg paling paham terhadap hukum-hukum Allah.
~umat nasrani: kenyataannya dr bani Israel tidak semua beriman kpd nabi Isa. Ada sebagian yg mengaku beriman kpd nabi Isa, penolong beliau sehingga disebut nasrani.
Tapi 575 tahun berlalu, sampai nabi Muhammad di utus, perubahan2 agama dlm rentang 575 thn telah jauh. Apalagi sekarang, 2017 tahun sejak nabi Isa diutus. Entah berapa persen ajaran yg tersisa, dipahami umatnya.
$sebenarnya ajaran nabi Isa sdh kadaluarsa. Diutusnya nabi Muhammad thn 575 M, ajaran nabi Isa sudah dihapus, diganti dg yg lbh baik.
$ajaran nabi musa di bani Israel, telah kadaluarsa dg diutusnya nabi Isa.
~sekarang sudah 1438 tahun sejak hijrah nabi, atau 1428 tahun sepeninggal nabi [nabi meninggal di tahun 10 hijriah, atau hanya 10 thn dakwah di madinah]. Maka kita saksikan,bhw di umat Islam ini, perubahan terhadap ajaran nabi Muhammad sebenarnya juga banyak. Yang mengubah ajaran biasanya dianggap orang-orang shalih, maka muncullah cara-cara ibadah buatan mereka. Yang mengikutinya tentu saja orang-orang bodoh dari umat ini.
$hanya saja, ajaran nabi Muhammad tetap berlaku sampai kiamat.
$perbedaan lainnya, ajaran nabi Muhammad terjaga.
$ada orang2 yg buat2 ajaran, dibantah oleh golongan berilmu di tempat lain.
$Qur'an terhafal di dada-dada.
$sunnah tertulis di kitab2, bhkn terhafal.
$ilmu terwarisi dg sanad terjaga.
$sebagian memang ada yg mengubah2 ajaran, tapi tidak semua umat mengubahnya, selalu ada yg berusaha menjaga agama ini dlm kemurniannya.
$melihat latar belakang spt ini, berhati-hati kt dlm beramal, krn kebanyakan umat ini, bisa berada dlm kekeliruan amalannya. Knp? Kebanyakan mrk orang2 bodoh dlm agama.
$maka ukuran kebenaran jgn dari kebanyakan umat, tapi dari jumhur ulama. Yg jd patokan hrs ulama. Yaitu orang2 yg memiliki keilmuan tinggi dalam agama, yg dg ilmunya mrk takut kepada Allah, sehingga tidak akan bicara tanpa ilmu, tidak akan menyembunyikan ilmu, apalagi mengubah agama.
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.