Tuesday, April 21, 2020

Tidak Mau Ikut-ikutan kebanyakan orang dan tak mau ketinggalan

Tidak mau ikut-ikutan kebanyakan orang dan tidak mau ketinggalan.

Saat terjadi krisis, jual aset finansial adalah perilaku crowd atau kebanyakan orang. Saat itu pasti jual loss, saya tidak pernah mau. Saat ini sudah mulai terjadi penjualan aset finansial dimana mana sampai harga minyak jatuh minus $37, bayangkan itu seperti orang buang barang saja. Ini bukti bahwa minyak dikuasai trader yang tak butuh minyak dan tak punya storage. Saat real demand hilang, dia pun buang barang karena tak mau minyak dikirim ke rumahnya. Mau dibuat tenggelam itu rumah. Haha. Makanya jangan trading minyak kalau tak mau nampung, haha.

Tapi, kalau anda importir minyak, punya storage cukup besar, kesempatan Anda borong. Beli lalu timbun, dan jual nanti saat harga mahal di atas $50/barrel. Untung besar. Itulah harusnya perilaku yang diambil dalam trading minyak, borong dan simpan. Negara harusnya melakukan ini. Perusahaan minyak harusnya melakukan ini.

Alhamdulillah,saya jual saham saat IHSG 6100 lebih. Jadi, saya tak minat untuk mengikuti crowd seperti sekarang, buru-buruan jual barang. Dugaan saya, ini IHSG bisa jatuh lebih dalam, 1000 bukan mustahil. Siap siap aja:-).

Berikutnya, saya tak mau ketinggalan. Dunia keuangan akan di reset menjadi Crypto asset. Maka saya sudah full Crypto. Wah jika ketinggalan, dan nanti ikut-ikutan crowd lagi masuk Crypto, mungkin masuk saat Bitcoin SV Rp 1 miliar. Kan artinya beli mahal. Mendingan beli dari kemarin-kemarin saat harga Rp 1.5 juta:-).

Ini prinsip saya, tapi dasarnya saya tak mau ikut-ikutan.

Saya punya toko pun, TGC Mart, saat orang lain tutup, saya buka. Alhamdulillah, penjualan meningkat, karena pesaing hilang.

Dua hal ini layak dipertimbangkan, jangan ikut-ikutan kebanyakan orang dan jangan mau ketinggalan.

Mamat Rohimat

Founder TheGreatCoin

Monday, March 30, 2020

Strategi Menghadapi Corona

Kondisi saat ini tidak mudah, semua mengalami. Tapi, dengan tidak kena virus saja bersyukur. Hal lain insyaallah bisa dibangun ulang kemudian.

Pemerintah galau serba galau. Karena memang keputusan tidak mudah, semua ada keburukannya.

Tapi, akhirnya apa yang kita teriakan dulu, akan mulai dijalankan. Ya, udah terlambat juga sih anyway. So, karena udah terlambat, impact-nya gak maksimal.

1. Tutup bandara dan pelabuhan dari masuknya WNA
Sampai saat ini, belum ditutup total. Orang luar masih bisa masuk dengan surat keterangan sehat.
Tapi, bukankah menurut dokter 85% orang yang membawa virus itu tidak terdeteksi? Artinya, akan dinyatakan sehat. Dengan demikian, jika diizinkan masuk, mereka adalah carier atau pembawa virus.
Anggaplah, negara menutup sama sekali WNA ke Indonesia. Ya itu bagus jika dilakukan dulu sebelum virus masuk Indonesia. Tapi, saat ini virus sudah didalam Indonesia. Sudah ada di seluruh pelosok negeri. Menutup pintu bagi WNA masuk tidak lagi menjamin Indonesia bebas virus Corona.
Ini pelajaran berharga, bahwa bertindak tepat pada waktunya itu big thing. Ibarat sabetan pedang itu, kecepatan menghindar dari pedang itu berguna jika sebelum pedang sampai. Jika sudah kena, baru dipindahkan, leher sudah putus. Ini namanya memindahkan mayit.

2. Tutup Jabodetabekjur agar warganya tidak keluar wilayah ini.
Premisnya: wilayah ini adalah tempat virus pertama kali ditemukan, menjadi pusat virus di Indonesia. Menutup wilayah ini, agar warganya tidak keluar ke daerah lain atau agar warga daerah lain tidak masuk, tujuannya menghindari penularan ke daerah lain. Tindakan seperti ini, namanya dan variasinya bisa macam-macam. Kita tidak perlu berdebat nama, mau disebut karantina wilayah ataupun Lockdown, tapi hakikat dari maksud ini dipahami. Tidak perlu berdebat istilah Lockdown, Karena itu hanya istilah, yang penting pemahaman. Mau semi atau partial lockdown ataupun completely atau full Lockdown, hakikat tujuannya sama, yaitu menutup pintu agar warga daerah endemi tidak keluar wilayah, dan warga daerah luar tidak masuk.
Tujuan pendekatan ini, jelas mudah dipahami, yaitu mengurangi penyebaran. Inilah hakikat Sunnah nabi sampai di sini.
Baik, apa namanya? Sudah saya katakan, nama gak penting! Saya jelaskan hakikat perkaranya. Ya, mungkin pendekatan ini dikenal lebih tepat dengan karantina wilayah atau semi Lockdown atau partial lockdown.
Dalam fase ini, masyarakat bisa diminta melakukan social / physical distancing, dengan tinggal di rumah, dan hanya keluar rumah jika perlu. Berkerumun dihindari. Aktivitas ekonomi seharusnya bisa tetap dilakukan, selama tetap menjaga jarak.
Karantina Wilayah atau Semi Lockdown ini bisa diambil pemahamannya dari hadits nabi,yang dipraktikkan Umar, yaitu jika kamu sudah ada di daerah endemik, jangan keluar darinya. Jika kamu mendengar suatu daerah ada endemi, jangan memasukinya.
Adapun social atau physical distancing, dapat dipahami pendekatan ini dari apa yang dilakukan oleh Abdullah Amr Bin Ash. Beliau melihat, wabah itu seperti kobaran api. Maka, beliau perintahkan penduduk saling menjauh dengan pergi ke gunung gunung. Ketika itu dilakukan, ternyata sembuh. Wabah berhenti.
Maka pendekatan karantina wilayah dan sosial distancing, sesungguhnya adalah pendekatan yang bisa diambil dari pemahaman dua sahabat mulia yang digabungkan, yaitu diambil dari keputusan Umar yang sejalan hadits nabi yang disampaikan Abdur Rahman bin auf, dan keputusan ijtihad Abdullah bin Amr bin Ash.

3. Total Lockdown atau completely Lockdown.
Ini adalah keputusan yang diambil oleh China di Wuhan. Ya, ini mungkin yang paling ekstrim dari penerapan dua atsar di atas, apa yang dilakukan oleh umar dan Abdullah bin Amr bin Ash. Tapi, pendekatan ini berat, tidak semua negara mampu, dan tidak mungkin dilakukan lebih lama. Mungkin ini paling efektif jika dilakukan serentak, dan diharapkan sesingkat mungkin, asal serentak. Saya yakin jika hanya 1 Minggu atau 2 Minggu kita mampu. Tapi jika terlalu lama, berat.

Saya tidak mau berdebat istilah. Saya pun tidak mau tunduk dengan istilah yang orang lain pahami, saya sebut semuanya Lockdown, Walaupun bisa diberikan klasifikasi lagi, apakah semi Lockdown atau completely Lockdown. Tapi, hakikat perkaranya mudah dipahami.

Saya pikir, Indonesia harusnya bisa lebih dahulu melakukan langkah 1, dan karena jebol, langkah 2.

Kabar buruknya, virus kini sudah tersebar di seluruh negeri. Orang orang sudah banyak yang mudik. Maka, tiap daerah melakukan penilaian ulang lagi, apakah daerahnya sudah menjadi tempat tersebarnya virus ini? Jika ternyata sudah benar tersebar di Indonesia, maka esensi langkah di atas tetap berlaku dengan cakupan nasional. Ini yang saya teriakan dari dulu, jangan sampai terjadi, karena lebih berat. Pemerintah pusat akan berat jika virus ini sudah tersebar nasional.  Maka, peperangan terhadap virus, ibarat perang terbuka di seluruh pelosok atau istilahnya ibarat Indonesia dikepung musuh. Lagi-lagi, kecepatan mengambil keputusan ini yang penting. Telat atau menunda, membuat masalah semakin berat, karena seakan-akan kita izinkan virus mengalahkan kita. Kita kalah cepat dengan virus itu.

Esensi pendekatan ini hanya dua sesungguhnya:
1. Warga daerah endemi atau pusat wabah, jangan keluar.
Warga di luar daerah endemik atau pusat wabah, jangan masuk.
2. Saling menjauh atau physical distancing Di daerah pusat wabah, agar wabah menghilang.

Inilah yang saya pahami, pendekatan dan saran para dokter, sejalan dengan Sunnah nabi dan dua atsar sahabat mulia, Umar dan Abdullah bin Amr bin Ash. Saya tidak merasa ahli. Tapi, saya baca, saya dengar, dan saya yakini, ini yang terbaik. Dan sebagai muslim,saya bersyukur. Merasa bahwa Islam ini Rahmat, sesuai dengan kondisi jaman dan keadaan. Dan karenanya, saya benarkan untuk tidak shalat berjamaah dan shalat Jum'at sekalipun, dan itulah Islam, agama rahmat, merahmati seluruh alam.

Mamat Rohimat

Tuesday, March 17, 2020

Pelajaran dari kisah nabi Yusuf

Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf, yang disebut sebaik-baiknya kisah:

وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ إِنِّيٓ أَرَىٰ سَبۡعَ بَقَرَٰتٖ سِمَانٖ يَأۡكُلُهُنَّ سَبۡعٌ عِجَافٞ وَسَبۡعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضۡرٖ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٖۖ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَأُ أَفۡتُونِي فِي رُءۡيَٰيَ إِن كُنتُمۡ لِلرُّءۡيَا تَعۡبُرُونَ

(Bahasa Indonesia)
Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.”

-سورة يوسف, آية 43

قَالُوٓاْ أَضۡغَٰثُ أَحۡلَٰمٖۖ وَمَا نَحۡنُ بِتَأۡوِيلِ ٱلۡأَحۡلَٰمِ بِعَٰلِمِينَ

(Bahasa Indonesia)
Mereka menjawab, “(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu.”

-سورة يوسف, آية 44

وَقَالَ ٱلَّذِي نَجَا مِنۡهُمَا وَٱدَّكَرَ بَعۡدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأۡوِيلِهِۦ فَأَرۡسِلُونِ

(Bahasa Indonesia)
Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya, “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).”

-سورة يوسف, آية 45

يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفۡتِنَا فِي سَبۡعِ بَقَرَٰتٖ سِمَانٖ يَأۡكُلُهُنَّ سَبۡعٌ عِجَافٞ وَسَبۡعِ سُنۢبُلَٰتٍ خُضۡرٖ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٖ لَّعَلِّيٓ أَرۡجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَعۡلَمُونَ

(Bahasa Indonesia)
”Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.”

-سورة يوسف, آية 46

قَالَ تَزۡرَعُونَ سَبۡعَ سِنِينَ دَأَبٗا فَمَا حَصَدتُّمۡ فَذَرُوهُ فِي سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ

(Bahasa Indonesia)
Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.

-سورة يوسف, آية 47

ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ سَبۡعٞ شِدَادٞ يَأۡكُلۡنَ مَا قَدَّمۡتُمۡ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تُحۡصِنُونَ

(Bahasa Indonesia)
Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.

-سورة يوسف, آية 48

ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ عَامٞ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعۡصِرُونَ

(Bahasa Indonesia)
Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).”

-سورة يوسف, آية 49

Pelajaran dari kisah:
1. Pentingnya seseorang raja itu bertanya hal yang tidak diketahui kepada alim.
Orang alim saat itu adalah nabi, yang Allah berikan mu'jizat menafsirkan mimpi. Dan satu dari tanda kenabian yang saat ini masih ada di umat ini adalah mimpi. Maka kemampuan untuk menafsirkan mimpi adalah hal yang indah.

Selain mimpi, umat Islam pun yang bagus keimanannya diberikan firasat. Maka, firasat seorang mukmin atau ulama, hendaknya untuk dipertimbangkan baik baik.

2. Atas dasar pengetahuan itu, hendaknya orang mempersiapkan diri dan melakukan apa yang dituntunkan.

Menurut pengetahuan tersebut, akan ada 7 tahun musim subur dan 7 tahun berikutnya paceklik. Maka, disarankan agar selama 7 tahun itu, bangsa Mesir untuk melakukan penanaman gandum, dan disisakan sebagiannya untuk menghadapi 7 tahun masa paceklik setelahnya.

3. Hari hari kehidupan itu tidak pernah stabil dan konstan. Kadang ada masa kita hidup enak dan mudah, dan kadang ada masa masa sulit. Maka, saat orang ada dalam masa enak itu, jangan terlena, tapi hendaknya untuk persiapkan diri menghadapi kemungkinan masa sulit.

4. Suatu bangsa itu, ketahanan pokok utamanya dilihat dari ketahanan pangan. Maka, bangsa yang ingin kuat, pastikan agar memiliki strategi

agar pangan untuk bangsanya aman, tidak bergantung ke bangsa lain. Jangan senang impor pangan.

Bangsa juga harus punya sistem logistik yang baik untuk bisa menyimpan bahan pangan dalam jangka waktu lebih panjang, agar tidak busuk.

5. Benarnya kenabian nabi Yusuf. Beliau Allah pilih menjadi nabi, dan janji Allah terjadi walaupun dihalangi atau dibenci sodaranya.

6. Kadang musibah yang menimpa itu, jika Allah kehendaki hukum-Nya harus berjalan, hanyalah mendekatkan terhadap takdir baik yang telah ditetapkan. Allah Al-Lathiif. Nabi Yusuf dibuang oleh saudaranya, tapi malah menjadi sebab tinggal di dekat raja Mesir, dan bersamaan waktu, beliau menjadi orang yang terpercaya di sisi raja.

7. Seseorang itu untuk mencapai posisi yang tinggi akan melalui ujian..maka nabi Yusuf merasakan fitnah di sisinya, menghadapi getirnya penjara karena dituduh berzina dengan isteri raja.

8. Fadhilah ilmu. Seseorang yang memiliki ilmu, tidak sama dengan orang yang tidak berilmu.

9. Keutamaan sikap amanah.
Nabi Yusuf ditawarkan posisi di sisi raja, setelah diketahui keilmuan beliau, dan pengakuan isterinya bahwa nabi Yusuf tidak bersalah. Maka, atas dasar keilmuan dan amanah beliau, maka beliau menjadi orang terpandang di kerajaan Mesir.

Secara umum, seseorang yang ingin memiliki kedudukan tinggi, harus memiliki 2 hal yaitu ilmu dan amanah. Nabi Yusuf berkata: sesungguhnya aku, orang orang yang pandai menjaga dan lagi berilmu.

10. Keutamaan ketakwaan
Nabi Yusuf selalu menjaga ketakwaan, maka Allah selalu menolongnya.

11. Iri tidak menjadi sebab datangnya kebaikan
Mengetahui bahwa nabi Yusuf adalah orang tersayang di sisi nabi Yakub, dan nabi Yakub tahu bahwa beliau adalah pewarisnya, akan menjadi nabi seperti beliau dan kakeknya Ishak dan Ibrahim, saudara saudaranya iri kepada beliau dan mencelakakan beliau. Tapi, kebaikan untuk nabi Yusuf, takdir harus berjalan, tidak ada yang bisa menghalanginya.

12. Pentingnya keimanan terhadap takdir.

Allah sudah membagi kehidupan di tengah makhluk. Lalu, bagaimana merasa iri terhadap kebaikan atas saudara kita?

Ditulis: Mamat Rohimat

Thursday, February 27, 2020

Golden Opportunity

Mamat Rohimat:
Bismillah!
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan saya Mamat Rohimat. Setelah saya menyelesaikan pendidikan bidang keuangan S1 FE Unpad, dan memiliki ketertarikan saat itu di bidang investasi, dan mempelajari pasar modal serta mengambil ujian Wakil Manajer Investasi dan Izin WMI dari Bapepam tahun 2005, saya pun mulai melakukan investasi di pasar modal saat itu. Lalu, saya mengambil kesempatan beasiswa dan kuliah di MMUI, saya pun tidak meninggalkan ketertarikan dengan Investasi, dan saya jadikan tesis saya adalah aplikasi value Investing ala Warrent Buffett dalam berinvestasi di pasar modal.

Investasi saya di pasar modal terus berlanjut sejak saat itu dengan akumulasi sekitar 15 tahun, sampai kemarin saya putuskan keluar dahulu. Mengapa saya keluar dahulu dari bursa? Saya prediksi akan ada guncangan, Dan ternyata benar, index harga saham gabungan terus jatuh. Itu adalah push factor. Dan Saya pun ingin alihkan dahulu ke instrumen yang lebih menantang, kemungkinan adalah kesempatan terbesar di masa 10-20 tahun ke depan, atau bahkan mungkin dalam 1 abad ke depan, dan ini adalah pull factor.

Mengapa saya ceritakan ini? Selama perjalanan kehidupan Investasi saya, walaupun dengan skala kecil, saya sebenarnya menunggu momen dan kesempatan besar. Konon, orang besar dan orang sukses, semuanya sebenarnya tidaklah mendapatkan dari hal hal yang bersifat rutinitas atau harian. Ketika saya bertemu Helmy Yahya di acara The Scholar Indonesia, Beliau bertanya tentang keberuntungan atau lucky. Beliau mengatakan, keberuntungan itu tidak serta merta datang, tapi dipersiapkan,dicari.

Selama 15 tahun di pasar modal ini, saya sebenarnya terus menggembleng jiwa. Banyak kesalahan Investasi saya perbuat, ribuan keputusan saya ambil, tekanan mental dari kesalahan keputusan saya hadapi.

Dan selama  3 tahun terakhir, saya pun mempelajari lebih dari 500 projects di bidang Blockchain. Saya pun selama 2 tahun menjalankan bisnis TheGreatCoin, banyak hal yang saya perbuat, keputusan keputusan keliru saya ambil, kesalahan saya perbuat, dan terus saya ambil pelajaran darinya. Ini adalah persiapan jiwa untuk menantikan suatu masa,datangnya keberuntungan dan kesempatan.

Untungnya, semuanya saya lakukan dalam skala kecil, yang bisa dianggap hampir semuanya modal pribadi. Jadi, risikonya terbatas. Bayangkan jika exercise tersebut dilakukan dengan uang orang lain, jumlah besar, ya itulah Jiwasraya saat ini, atau Asabri. Kesalahan keputusan itu kalau dalam Investasi, tergantung size, jika yang dikelola besar, tak heran bisa memakan ongkos belajar triliunan rupiah.

Lagi lagi, saya merasa bahwa saya beruntung, mengambil masa pendidikan ini, mayoritas menggunakan uang pribadi.

Tapi, saya merasa bahwa saat ini, insyaallah saya melihat ada suatu kesempatan, golden opportunity, yang mungkin tidak akan terjadi lagi dalam 10, 20, atau 100 tahun ke depan. Saya berharap, TheGreatCoin akan bisa mengambil kesempatan itu. Ya, secara pribadi saya sudah tempuh persiapan jiwa yang panjang,dengan harapan lebih matang. Memang Investor itu, secara umum dianggap tak ada kerjaannya secara fisik. Tapi pekerjaan yang utama adalah pekerjaan jiwa,yang hampir tak terlihat, dari kemampuan mengambil keputusan, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, lalu memiliki keyakinan, dan bersabar jika keputusan yang diambil itu, dalam jangka pendek seakan-akan tidak sesuai harapan, dan terus memiliki belief. Dan ini semua, pekerjaan jiwa. Lalu memiliki strategi, dan kedisiplinan di atas strateginya. Pekerjaan pekerjaan batin ini, tidak terlihat, tapi jika digabungkan dengan kesempatan terbaik, bisa menciptakan nilai yang sangat besar. Dengan cara itulah, Investor kelas kakap tercipta. Ya, hal duniawi ini mungkin dianggap heran, tapi ternyata begitulah kehidupan. Kesuksesan yang diraih manusia, tidaklah diraih hanya orang yang capek kerja fisik. Andaikan orang yang paling capek kerja fisik yang paling akan sukses, tentu buruh bangunan lebih sukses dari Warren Buffett.

Dan bahkan rahasia ini pun terjadi dalam agama, bagi orang yang mengetahui ilmunya. Orang yang mampu me

njalankan ibadah batiniah dengan baik, dari keyakinan, kecintaan, keikhlasan, nilainya bisa lebih besar dari pekerjaan fisik. Bahkan, nabi memberikan contoh, pekerjaan fisik berupa menjauhkan duri dari jalan, hanya sebagai cabang iman terendah. Dan cabang iman tertinggi adalah ucapan Lailaha illallah, yang tidak bisa sah, kecuali ada perbuatan batin dengan meyakini, membenarkan, ikhlas, mencintai, dan menerima ucapan tersebut.

Apa kesempatan emas yang saya lihat itu? Ini adalah secret. Orang bilang, komoditas termahal adalah gold. Tapi, ternyata yang lebih mahal itu adalah informasi. Dan karena itu, informasi itu jika digabungkan dengan kemampuan mengambil keputusan, jiwa yang telah dipersiapkan mengambil keputusan, akan menjadi mahal. Dan saya tak akan bagikan di publik. Saya akan utilisasi di TheGreatCoin. Bagi yang tertarik, boleh untuk kolaborasi bersama TheGreatCoin.

Selain itu, saat ini TheGreatCoin insyaallah tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan investasi yang kecil-kecil, tapi memiliki ROI tinggi. TheGreatCoin akan masuk ke bisnis yang disebut kelas bawah tapi memiliki margin tebal, saya hitung ROI bisa 600%-5000%. Padahal, biasanya 20% saja projek sudah bagus. Memang, strategi yang diambil lebih baik yang nilainya kecil kecil dahulu agar bisa dijalankan, tapi margin besar. Daripada projek besar besar bernilai triliunan, tapi jika ditanya, apakah uangnya ada? Dijawab, tidak ada. Ya, kalau demikian, hanya akan jadi wacana. Pendekatan kami di TheGreatCoin, kami akan mulai dari bisnis yang kecil kecil, jika nanti ada akumulasi modal, kami masuk ke bisnis yang lebih besar. Jika mungkin, seperti yang kami sebutkan, kesempatan emas yang mungkin tidak dijumpai lagi dalam 10, 20, atau 100 tahun, Investasi yang bisa menghasilkan return 100,000x atau 300,000x! Siapa sangka, Bitcoin pernah mencapainya dari $0.06 sampai $20.000 dalam waktu 10 tahun? Apple bisa memberikan return 584x dalam kurun 23 tahun. Tesla memberikan return 38x dalam 10 tahun. Google bisa memberikan return 24x dalam waktu 16 tahun.
Saya berharap, bisa memperoleh kesempatan yang orang anggap mustahil, dan jika itu terjadi, mudah-mudahan Allah takdirkan kita bersama TheGreatCoin menjadi The Great Investor.

Mamat Rohimat

Founder TheGreatCoin

Saturday, January 11, 2020

Rizki

Bismillah.

Saya ingin Ridha dengan kadar Rizki yang Allah tetapkan untuk saya, yang paling terbaik dan paling bermaslahat dan paling berkahnya.

Rizki itu sudah ditentukan kadarnya masing-masing, tidak bertambah dan tidak berkurang. Dan Allah maha memiliki hikmah atas itu.

Bahkan di ayat ini, Allah sudah sampaikan berdasarkan ilmu-Nya yang luas, Andaikan Allah hamparkan Rizki bagi hamba-hamba-Nya, maka dipastikan mereka akan melampaui batas. Maka Allah tahu, kadar Rizki yang terbaik untuk kita.

Saya hanya berusaha mencari Rizki yang halal, dengannya terhindar dari ketergantungan hati terhadap makhluk, dan bisa menunaikan kewajiban, dan menegakkan kewibawaan dan izzah sehingga tidak menjadi orang yang meminta-minta dari tangan tangan makhluk.

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.

Mamat Rohimat

Founder TheGreatCoin

Monday, January 6, 2020

Tips Investasi di TheGreatCoin

Mamat Rohimat:
Bismillah!

Barangkali ada di benak pikiran Anda, bagaimana caranya bermain cantik di TheGreatCoin. Betulkah?

Sebagai Founder TheGreatCoin, tentu saya orang yang paling layak memberikan tips hal tersebut. Tentu saja, hampir tak akan ada Founder yang menyampaikan ini, tapi saya akan menyampaikan tips terbaik di TheGreatCoin:

1. Belilah TheGreatCoin dengan uang yang tidak dibutuhkan cepat.

Banyak orang yang berinvestasi di berbagai produk atau aset keuangan terpaksa harus dibatalkan karena kebutuhan untuk menggunakan dana tersebut. Jika ini terjadi, dipastikan tidak optimal. Kadang terpaksa akan dijual walaupun rugi.

2. Jangan membeli TheGreatCoin dengan uang dari hasil utang.
Utang itu harus dibayar. Dan utang itu ada jatuh tempo. Apalagi jika utang itu berbunga. Seseorang yang berinvestasi menggunakan utang, sering kali harus terpaksa menjual walaupun dalam keadaan rugi, agar bisa menutupi utangnya. Apalagi jika dengan bunga, maka kerugian bisa semakin besar.

3. Simpanlah untuk jangka waktu yang lama.
Tidak ada suatu Projek yang bisa sukses dalam waktu cepat. Jika ada yang menjanjikan kesuksesan dalam waktu cepat, dipastikan itu tidak kredibel. Maka, di TheGreatCoin tidak dijanjikan untuk bisa booming dalam waktu singkat.

4. HODL (HOLD) TheGreatCoin Anda selama mungkin.
Kampanye HODL untuk Bitcoin sesungguhnya tidak tepat karena value proposition untuk Bitcoin adalah untuk Currency. Maka Bitcoin harusnya dilakukan spending, dipakai.

Adapun untuk TheGreatCoin, HODL sangat tepat diterapkan. Maka, hendaknya anda memiliki mental HODL (Hold On for Dear Life) atau HOLD (tahan), agar bisa optimal meraih cita cita keuangan Anda.

5. Buy at the dip
Setiap aset yang diperdagangkan di market, pasti mengalami fluktuasi harga. Maka jika mendapati harga TheGreatCoin jatuh atau turun, maka keputusan terbaik adalah melakukan pembelian. Maka lakukan pembelian setiap harga turun adalah merupakan strategi terbaik.

6. Dollar Cost Averaging
Jika merasakan harga pembelian tidak terlalu murah, maka lakukan upaya menurunkan harga pembelian secara rata-rata, dengan terus melakukan pembelian di bawah harga beli awal. Biasanya jika beli 100% dari nilai beli awal, maka bisa cukup menurunkan harga rata-rata pembelian.

7. Jangan berjudi dengan uang Anda.
Saya pernah dapati seseorang yang bermain dice (Judi ala Crypto Currency), semula memang untung, lalu rugi semua. Lalu top up, untung balik modal dan untung lebih banyak dari semula, lalu terus untung sampai 400 juta rupiah lebih, lalu rugi semua habis. Saya yakin top up lagi, untung dikit-dikit, dipastikan rugi lagi, dan top up lagi. Celakanya, dia punya sekitar 70 juta TheGreatCoin, terus dijual, kadang sangat murah, hanya untuk top up main judi. Akibatnya, Investasi di TheGreatCoin terganggu, dan kerugian main judi semakin besar.

8. Hati-hati memilih teman.
Orang yang saya sebutkan kisahnya tanpa disebutkan nama ini, dia diperkenalkan oleh temannya untuk bermain Dice (Judi). Maka dia pun memodalinya untuk main judi, dan habis. Maka sesungguhnya kadang ada diantara teman atau kenalan teman, orang yang akan mencelakakan kita. Hati-hati.

9. Kadang pengaruh teman buruk lebih kuat dari teman baik, hati-hati!
Masih kisah yang sama, saya pernah melarang untuk main judi. Tapi, ajakan orang lain lebih kuat. Akibatnya rugi semakin banyak. Dan Bahkan saya anjurkan akumulasi TheGreatCoin, malah bukan akumulasi, yang sudah dimiliki pun habis dijual. Maka, hal seperti ini tentu tidak akan optimal di TheGreatCoin.

10. Andaikan mau bermain Dice atau judi, pisahkan antara uang untuk judi dan uang untuk Investasi.

Kadang memang ada tipikal orang yang senang berjudi. Jika mau berjudi, maka sebaiknya pisahkan itu uang. Mungkin harus punya batasan, saya mau judi, boleh habis maksimal Rp 500ribu. Jika sudah habis, ya sudah, itung-itung anak kecil main games dindong saja kan?

11.Bahkan dana investasi di pasar modal dengan Investasi properti pun, sebaiknya dipisahkan
Seorang teman saya, yang sebenarnya atasan saya, analist terkenal di pasar modal, malah berkata: saya dapati orang itu sebenarnya Bangkrut. Maka dia Pesan, pisahkan dana untuk Investasi properti dan Investasi pasar modal. Dan lucunya, dia banyak Investasi di pasar modal. Dan Investasi dia di DEWA, nyangkut😂. Analyst terkenal pasar modal, nyangkut di saham gorengan. Jumlahnya besar.

12.Bersabar ketika melihat harga TheGreatCoin anda jatuh

TheGreatCoin itu Projek yang diperjuangkan, pasti menghadapi hal-hal yang kadang berat. Agar optimal, maka butuh bersabar.

Atasan saya yang juga trader, mampu mencetak untung di atas seluruh Reksadana di Indonesia berkata: profit comes from sit in! Maksudnya, jika sudah Investasi, sabarlah untuk duduk menunggu Investasi Anda bekerja. Jangan sedikit-sedikit ingin jual, sedikit sedikit pundung, cut loss.

13. Bolehkah menjual?
Tentu saja boleh menjual. Usakan menjual seperlunya kebutuhan jika tidak ada lagi pilihan lain, dan biarkan sisanya.

14. Bantu TheGreatCoin lebih sukses.

Anda berinvestasi di TheGreatCoin, maka agar sukses Investasi Anda, bantu agar TheGreatCoin sukses dan lebih bernilai. Jangan hancurkan Investasi Anda, Jangan rusak aset Anda.

15. Banyak orang jahat ingin mengintai uang Anda.
Di dunia nyata ataupun di dunia maya, orang jahat selalu ada. Apalagi di dunia Crypto Currency. Pengalaman kami, lebih baik Anda tidak memberikan kepercayaan sedikit pun, berikan trust 0, maka selamat. Apalagi jika dianggap true good to be true. Walaupun, saya pun jumpai ada komunitas yang baik banget, bagi-bagi uang terus kerjaannya. Saya pun pernah dapat puluhan dollar, tapi ini jarang. Dan saya tahu, dia mungkin sudah berikan miliaran rupiah. Tapi ini jarang. Kebanyakan orang jahat😂.

16. Banyak Projek Scam dimana Founder ingin menyedot uang Anda.
Investasi itu sebenarnya sama dengan mencari partner mengembangkan uang Anda. Maka jiwa amanah manajemen atau terutama Founder itu menjadi kunci. Jangan tergiur, mengalihkan Investasi dari TheGreatCoin, lalu masuk projects Scam😂.

Walaupun ada juga Projek yang sangat baik, bermisi mulia, ingin bebaskan dunia dari kemiskinan. Dan banyak memberikan nilai Crypto yang dianggap telah bernilai. Ya, saya pun dapat jutaan rupiah. Tapi ini jarang😂. Kebanyakannya, adalah Projek untuk melakukan scam.

Maka, jika Anda sudah menemukan TheGreatCoin, banyak hal yang mungkin mengecewakan insyaallah terhindari.

TheGreatCoin memiliki value proposition Yang pantas untuk disimpan lebih lama. Seiring bisnis yang berkembang secara natural, maka value underlying assets TheGreatCoin meningkat. Jika ada Investor melakukan inbreng Asset, Maka value meningkat. Dan jika bagian keuntungan bisnis digunakan buyback Di market, Maka akan tercipta demand di pasar sehingga harga meningkat. Dan jika TheGreatCoin yang diperoleh dari Buy-back itu di burn, Supply semakin sedikit, maka harga semakin akan kuat.

Bersamaan dengan ini, entah untuk keberapa kalinya, saya melakukan burn dari hasil Buy-back. Kali ini saya burn 2,384,449.881 TGC TheGreatCoin

Mamat Rohimat

Founder TheGreatCoin

Sunday, January 5, 2020

Permisalan Air dan Harta

Permisalan Air dan harta
Berbicara tentang air, mumpung musim banjir. Ada perumpamaan tentang harta itu semisal dengan air, sebagaimana diungkapkan dalam surat al-kahfi. Mungkin akan bertanya,apa sih permisalan harta dengan air. Saya merenungkan ini, Alhamdulillah lumayan paham. Tapi guru kami mengulas ini, ternyata semakin banyak lagi poin poin beliau sampaikan.

Baik, apa persamaan harta dan air sehingga layak dipermisalkan?

1. Dibutuhkan dalam kehidupan, tanpanya mati.
Karena itu sebenarnya penting untuk menjaga asupan minuman yang cukup. Ingat, 2/3 dari tubuh itu adalah berupa cairan. Ibu saya orang yg kadang malas minum, maka sempat sakit, dan dokter komentar, kurang minum. Maka kami pun selalu ingatkan, udah minum Bu?

Jangan pernah kurang dalam minum, yang kami maksud terutama air putih ya? Bukan air kopi atau khamr:-).

Begitu pula kehidupan, jangan juga berpikir, ah harta hanya jadi bahan pertikaian,saya mau di masjid saja, tak mau cari harta. Tidak begitu, harta tetap dibutuhkan sekedar menjaga kehidupan kita.
2. Jika terlalu banyak, bukan lagi kehidupan damai tercipta. Tapi akan bisa menjadi kehancuran.
Kita saksikan saat ini, kita butuh air. Tapi begitu air diturunkan lebat dari hujan, dikirimkan dalam bentuk arus sungai, apalagi jika berupa banjir bandang ataupun tsunami, dipastikan Mala petaka.

Dalam konteks ini, kadang orang yang diberikan harta berlebihan itu kadang seperti itu, kadang jadi berbuat dholim, kadang jadi sombong, kadang malah menindas. Kemarin saya ngomong dengan paman isteri, katanya daerah itu akan digusur satu group properti besar, konon Rp 25 juta/m2. Mungkin bagus di satu sisi, tapi bisa jadi sebenarnya itu bentuk pengusiran. Dan kadang, pengusaha menggunakan preman untuk memaksa rakyat untuk menjual. Atau bahkan menggunakan tangan penguasa.
3. Air itu bermanfaat jika kadar yang dianggap sesuai kebutuhan, jika melewati kebutuhan, tidak lagi dibutuhkan.
Maka, sesungguhnya harta yang terbaik adalah harta yang sesuai kebutuhan, mencukupi kebutuhan. Nabi pun ajarkan do'a tentang harta, yang diminta adalah Rizki yang halal, baik dan mencukupi, serta diberkahi.
4. Air itu menguap, tidak kekal. Sebentar saja surut, turun ke bumi. Air pun terhembus angin. Dan air pun kering karena sinar matahari.

Maka seperti itulah harta, tidak tetap ada di tangan kita. Harta kadang hilang dicuri, habis karena bencana, digunakan berobat karena sakit, dll. Dan di akhir, hari kiamat, harta itu akan dihancurkan dan dikembalikan menjadi milik Allah. Allah karena itu disebut al-Warits, yang mewarisi harta. Karena tidak ada lagi yang mewarisi, semua manusia nanti akan binasa. Dan Allah lah yang maha kekal. Maka jika ingin mencari kekekalan, carilah apa yang ada di sisi Allah.
5. Air itu berpindah, mengalir dari atas ke bawah.
Maka seperti itulah harta, berpindah dari satu orang ke orang lain. Lihat saja bagaimana itu uang mengalir. Justru jika uang itu diam, seperti yang jadi slogan bitcoin Maximalist, HODL, Maka justru ekonomi akan mandeg.

Maka prinsip dalam ekonomi tentang harta, bukan disuruh simpan,simpan, dan tahan. Tapi disuruh spend spend spend. Dalam Al-Qur'an disebut berinfaklah dengan harta mu, mulai dari yang paling wajib. Jangan ditahan, sampai tak menunaikan kewajiban.
6. Air itu tidak setia di satu tempat, terus berpindah.
Maka begitulah harta, harta itu tidak pernah setia. Makanya kadang orang terkaya di dunia itu berubah-ubah.
Kemarin Bryan Amstrong memperkirakan, 50% billioner dalam 10 tahun ke depan akan ada dari industri Crypto Currency. Artinya, uang berpindah dari industri traditional termasuk keuangan tradisional ke Crypto Currency.
7. Air itu akan terpengaruhi zat lain. Coba lihat, jika air tercampuri tepung, maka jadi adonan tepung. Tapi jika dicampuri debu, maka jadi air tanah keruh kotor.

Maka begitulah harta. Jika harta itu tercampuri dengan yang haram, harta itu akan menjadi tercampur. Dan tentu saja tak enak makannya, bayangkan saja seperti minum air selokan, gak enak. Maka sebisa mungkin kita menjaga kemurnian harta.

Diantara syarat dikabulkan do'a adalah terjaganya dia dari memakan harta haram, memakai harta haram. Karena itu termasuk hal berat, apalagi di era seperti ini. Butuh keikhlasan untuk menjaga agar harta yang kita peroleh, murni, halal, dan tidak tercampur.

Mamat Rohimat
Founder TheGreatCoin