Wednesday, February 15, 2017

Dalam Bersikap, Harus Berhitung Manfaatnya

1. Jangan sampai sikap kita, membuat masalah lebih besar.
2. Jika sikap kita, menambah kerugian, diam adalah sikap lebih baik.
3. Saya pernah ditipu. Tp, jika saya perkarakan, malah keluar uang lebih banyak, dan waktu.
4. Saya pernah menyaksikan, ada hubungan dagang yang merasa dirugikan akibat manipulasi anak buahnya. Yg dituntut pembeli. Nilai kerugian sktr Rp 650.000, tapi dia sewa pengacara dan beracara di pengadilan sampai 2 tahun!
5. Kasus antasari azhar skrg adalah hal serupa. Dia sdh merasakan balik jeruji sekian lama. Buat apa dia buat mslh lagi, shg bs beracara lg, mungkin dipenjara lg? Lebih baik, jika dia menikmati masa tua, banyak istigfar, karena tdk mungkin sesuatu terjadi tanpa ada indikasi. Jika mau, buka dulu saat perkara belum diputus, jk mau nyeret presiden, seret ktk msh jd presiden, enak nariknya. Mungkin bs dilengserkan dr presiden. Skrg, mau ngapain?
$inilah logika berpikir yg sering saya usulkan. Kl bergerak membuat mslh lbh besar, diam saja. Terima masalah. Itu takdir, minta ganti lbh baik dr Allah.
$jangan sampai hilang kambing, pergi ke dukun. Akkhirnya, kambing sdh hilang, bayar dukun seharga kambing lg, dan 40 hari shalat tidak diterima, bhkn berpotensi jd kafir. Kerugian semakin besar. Lbh baik, perkuat kunci kandang, dan ambil pelajaran
$harusnya antasari azhar melakukan ini dulu: 1. Pergi ke HT, jelaskan bhw dia bisa dituntut terlibat. Dimaafkan, tp minta uang 100 miliar. Bagi HT, drpd dipenjara, lbh baik ngeluarin uang receh, cmn 100 miliar. 2. Datang ke SBY. Dia bs dianggap terlibat. Jk dibuka, bs membuatnya lengser dr presiden. Minta grasi, dimaafkan. 3. Lalu kirim surat permohonan grasi, dan dapat grasi. 4. Jadilah nama ia pulih, tidak dipenjara, dpt uang, dan perbaikilah sisa hidup.
$adapun skrg: 1. sdh dipenjara, wkt sekian tahun tdk bs kembali, 2. Nyeret HT bs buat ia dituntut balik, 3. Nyeret SBY, bs dituntut balik. 4. Jk tujuan untuk memenangkan Ahok, pdhl umat Islam sdg melawannya, dia jd musuh umat Islam. Dia pun terjatuh kpd dosa besar atau kemunafikan yg bs membuatnya kafir. Jd, apa untungnya?
$tapi, Allah Al-Lathiif, maka blh jd ini kebaikan untuk umat ini. Di saat umat ingin hanya 1 calon pasangan muslim lawan Ahok, SBY maksa memunculkan AHY yg sebenarnya blm siap, hanya krn ambisi pribadi, dan menurut survey diperkirakan kalah.ditambah skrg ada tuduhan negatif. Maka umat mungkin pilih anies-sandi shg bs menang 1 putaran atau bs masuk putaran ke-2. Sgmn dikatakan, jk mau untuk umat, bgsnya SBY bersatu dg Gerindera munculkan 1 pasangan. Biar hanya ada 2 pasangan. Dan jk AHY mundur skrg, drpd kalah menyedihkan, lbh baik berkata sy mundur untuk persatuan umat. Ini akan dihargai, ingat Hasan dl mundur agr umat tdk berhadapan dan bertikai. Dan itu dikenang.

Dalam Bersikap, Harus Berhitung Manfaatnya

1. Jangan sampai sikap kita, membuat masalah lebih besar.
2. Jika sikap kita, menambah kerugian, diam adalah sikap lebih baik.
3. Saya pernah ditipu. Tp, jika saya perkarakan, malah keluar uang lebih banyak, dan waktu.
4. Saya pernah menyaksikan, ada hubungan dagang yang merasa dirugikan akibat manipulasi anak buahnya. Yg dituntut pembeli. Nilai kerugian sktr Rp 650.000, tapi dia sewa pengacara dan beracara di pengadilan sampai 2 tahun!
5. Kasus antasari azhar skrg adalah hal serupa. Dia sdh merasakan balik jeruji sekian lama. Buat apa dia buat mslh lagi, shg bs beracara lg, mungkin dipenjara lg? Lebih baik, jika dia menikmati masa tua, banyak istigfar, karena tdk mungkin sesuatu terjadi tanpa ada indikasi. Jika mau, buka dulu saat perkara belum diputus, jk mau nyeret presiden, seret ktk msh jd presiden, enak nariknya. Mungkin bs dilengserkan dr presiden. Skrg, mau ngapain?
$inilah logika berpikir yg sering saya usulkan. Kl bergerak membuat mslh lbh besar, diam saja. Terima masalah. Itu takdir, minta ganti lbh baik dr Allah.
$jangan sampai hilang kambing, pergi ke dukun. Akkhirnya, kambing sdh hilang, bayar dukun seharga kambing lg, dan 40 hari shalat tidak diterima, bhkn berpotensi jd kafir. Kerugian semakin besar. Lbh baik, perkuat kunci kandang, dan ambil pelajaran

Tuesday, February 14, 2017

Ketika Hari Pilkada DKI Libur

~karena besok libur, mau pada milih gubernur.
~saya mah da tidak bisa memilih, KTP bukan DKI
~mudah2an bsk, 1 hari saya bs ngejar pelajaran yg tertinggal di kuliahan, pengen beresin sisa kitab nahwu dan 1 kitab hadits dari silsilah lugotil arabiyyah. ~ya, da saya mah tidak punya hak pilih, ya lbh baik fokus ke urusan sendiri.
$suasana sedang panas, bisa saja mengarah ke pelengseran presiden.
1. Presiden Jokowi dianggap melanggar konstitusi karena tidak memberhentikan Ahok. Dan tentu hal-hal lain bisa diungkap, sehingga bisa diproses.
2. Krn itu, DPR sdh menggulirkan hak angket. Biasanya kl hak angket, jk tdk puas ada proses lanjutan.
3. Suasana kebatinan rakyat sdg cukup panas. Benar kt pak prabowo, presiden hrsnya bisa menangkap getaran aspirasi rakyat, krn tidak ada kepemimpinan yg langgeng tanpa dukungan rakyat.
4. Mahasiswa konon sdg di"polda", yg membuat mahasiswa menjadi marah. Biasanya kl mahasiswa yg turun, gerakan menjadi solid. Kl sekedar umat Islam, biasanya rada dicuekin, krn dituntut hrs sopan, berakhlak. Kl mahasiswa? Anak2 muda yg msh emosional, dg berbagai latar belakang, susah nahannya.
5. SBY sekarang turun gelanggang, di saat AHY menjadi calon. Lalu punya hal2 yg seolah2 berhadapan dg Presiden
6. Antasari Azhar diberikan grasi oleh Presiden, dan mulai membuka tuduhan kl dia dikriminalisasi SBY. Wah rame.
7. Antasari bergabung dg PDIP, yg mana Mega msh dendam dg SBY.
8. Otomatis: Antasari, Jokowi, SBY, Ahok berkumpul dlm 1 kubu
9. Jika Ahok menang, Jreng. Energi ketidakpuasan semakin besar, dan tidak bisa dibayangkan. Entah, mungkin ini yg diinginkan pihak2 tertentu agar negeri ini bisa ditundukkan.
$dr wawancara Prabowo, hanya beliau memang yg punya kewarasan sehingga tidak memperberat masalah. Rugi yg menyia-nyiakan beliau untuk memimpin Indonesia, to be the great country

Di Jakarta Haram memilih pemimpin Kafir. Di Papua, Mengusungnya?

~haramnya memilih pemimpin kafir, adalah ketentuan hukum Islam.
~jk partai-partai yg mengaku partai islam mengusung pemimpin kafir, walaupun mengaku mereka partai Islam, maka mereka keliru. Hukum mereka, sama saja terancam dg hukuman berwala dg orang kafir, dianggap munafik.
$jd, kita tidak perlu bela, hukum Allah begitu, kita katakan begitu.
$maka itulah dari awal, ulama tidak suka masuk partai politik. Knp? Krn di situ mengandung banyak jebakan, apalagi dasarnya bukan berdasarkan syariat Islam.
$maka, tidak ada jalan lebih baik memperbaiki umat, kecuali dg dakwah.
$adapun berpartai, meminta dipilih, maka tokoh atau partai tsb hakikatnya adalah menyesuaikan dg selera rakyat. Jk selers rakyat itu bermaksiat kpd Allah, lalu juga tetap mengikuti rakyat, hakikatnya sama dg menjadikan rakyat sebagai  sesembahan selain Allah.
$maka, harusnya siapapun hrs berprinsip yg teguh, walaupun tdk ada yg memilihnya. Tugasnya adalah meyakinkan orang thd kebenaran prinsip tersebut

Mamat Rohimat

Monday, February 13, 2017

Membuka Akses Transportasi Desa Kelahiran

~saya sudah lama, ingin membuka akses transportasi ke desa saya, agar terhubung ke kota-kota yang lebih berkembang di sekelilingnya, yaitu: Sumedang/ Bandung, Lemahsugih, Kadipaten, Tasik-Garut-Ciamis, Kuningan-Cirebon
~premis saya: suatu daerah akan maju jika terhubung dengan daerah-daerah lain yang lebih maju, sehingga barang dan orang mudah berlalu lintas antar daerah tersebut.
~kemarin saya sudah edarkan ide mau buat perusahaan transportasi, PT Sinargalih Jaya Sejahtera. Saya sudah tawarkan ke jaringan di kontak saya, baik WA, FB, Blog.
~idenya adalah mau dimulai dg beli 1 elf seharga Rp 209juta. Rupanya ngobrol2, elf pegangan dia di kantornya, mau di lelang. Mungkin harganya Rp 70jt. Saya pikir, lebih mudah beli 1 dulu, test pasar.
~tapi ada masukan, bhw yang saya kritis, adalah sopir yang nakal, juga pemerintah yang memeras, baik DLLAJ, ataupun Dishub, bahkan penolakan Tukang Ojek. Bahkan dengar-dengar, yg mahal adalah trayeknya. Ih, tugas pemerintah menyediakan sarana transportasi, malah mempersulit, apalagi malak.
~dalam setiap usaha apapun, saya anti masalah suap. Jd, sy tidak mau menyuap untuk tujuan apapun. Saya ingin masuk melalui sistem, jk sistem buruk, sy dobrak sistemnya.
~maka sebelum saya lebih jauh beli mobil, lalu dipalak. Saya akan terlebih dahulu yg melakukan usaha, yg intinya menuntut pemerintah menyediakan sarana transportasi yang memadai. Jika mereka mau nyumbang mobil, atau buat perusahaan seperti PPD, transjakarta lalu mensubsidi, khalash. Dg senang hati, saya bahkan tak perlu repot2 masuk. Knp? Krn jk untuk sekedar uang, sy lbh tertarik fokus di ekuitas:-).
~Berikut adalah langkah pendahuluan yang saya tempuh, insyaallah:
1. Saya akan telp kepala desa
Intinya akan disampaikan pentingnya akses transportasi publik, dan desa menjadi terhubung. Lalu saya tanya: apa program desa menggapainya? Barangkali desa bisa mencuil sebagian dana sumbangan untuk beli beberapa mobil, buat badan usaha desa?atau mendorong pengusaha transportasi untuk masuk membuka rute-rute baru? Atau meminta ke pemerintah lbh tinggi, apa program mereka menghubungkan transportasi antar daerah? Bahkan meminta dishub buka rute-rute yang dimaksud, memberikan insentif jk ada pengusaha atau badan usaha atau koperasi ataupun perorangan mau menyediakan layanan tersebut.
~tujuannya: desa memikirkan solusi, dan mencari jalan keluar. Jk ada hambatan-hambatan di level desa, mrk yg ngatasi.
~jika mereka tidak bisa menghadirkan solusi, baru saya tawarkan solusi, intinya semua pihak kerjasama menjadi pemodal, termasuk tukang ojek, tapi desa harus memberikan kemudahan-kemudahan, bahkan meminta kemudahan2 diberikan oleh pihak terkait.
2. Saya akan telp dishub
Tujuannya adalah menjelaskan pentingnya transportasi publik, lalu menanyakan program apa yg sdg dipersiapkan dishub? Apakah sdh ada rencana mereka mengatasi ini? Barangkali mereka membuat rute baru, memberikan insentif, atau menyumbang beberapa unit kendaraan. Minimal mendorong pengusaha, agar buat layanan tersebut dg insentif2, kemudahan2, minimal tidak diminta bayar trayek.
~tujuannya: jk tadi dikhawatirkan dipalak dg trayek, mereka menyediakan minimal trayek gratis, apalagi jk mau menyumbang.
3. Jk trayek sdh ada, insentif sdh meluncur, baru saya kumpulkan uang teman-teman investor. Minimal beli dulu 1 elf  bekas sktr Rp 70jt:-). Untuk test pasar.
~tujuannya, jk kekhawatiran yg menyulitkan baik perizinan, pemalakan diatasi, mereka mau mengambil risiko.
4. Jika ternyata menguntungkan, relatif bisa sustainable, tentu butuh tambahan dana untuk melayani banyak rute, dan frekuensi lbh banyak.
~melakukan raising fund dg membentuk usaha resmi, PT Sinargalih Jaya Sejahtera
~melakukan kerjasama dg perusahaan transportasi, seperti Exspress. Mereka banyak kendaraan nganggur, kalah dg transportasi online, knp mereka tidak imvest di daerah-daerah yang belum tersentuh?
~meminta perusahaan-perusahaan memberikan CSR :-)

Mamat Rohimat
*saya butuh kerjasama banyak pihak untuk tujuan ini, support dan dukungan dibutuhkan, silakan hubungi 0811 8500 335

Saturday, February 11, 2017

Pendirian Perseroan Terbatas: PT Sinargalih Jaya Sejahtera

~Hari ini saya berangkat dari Jakarta menuju Sinargalih Kecamatan Lemah Sugih Majalengka, karena shalat shubuh dahulu, rupanya telat. Hanya ada 2 bis dari Jakarta langsung ke daerah saya, paling telat pukul 05.30
~biasanya, alternativenya adalah melalui Sumedang. Hanya saja, masalah di tol cipularang membuat kendaraan besar tidak bisa lalui.
~saya merasakan transportasi di daerah itu cukup rumit, sulit. Padahal, kemajuan suatu daerah diukur dengan kemudahan transportasi.
~masalah ini, saya rasakan cukup lama. Dan saya bermimpi, andaikan saya punya modal yang cukup nanti, akan saya buat perusahaan transportasi agar daerah saya maju. Sebagai putera daerah yang merasakan sulitnya kehidupan dg akses terbatas, saya ingin mengurai hal tersebut agar anak-anak di bawah generasi saya, tak sesulit saya.
~tapi, daripada menunda-nunda, saya pikir, lebih baik saya mulai sekarang dengan yang bisa dilakukan.
~maka sembari menunggu hujan, makan di warteg, saya buatkan gambaran proposal pendirian Perseroan Terbatas, dengan nama PT Sinargalih Jaya Sejahtera
~Berikut adalah gambaran umum perseroan tersebut:
1. Saham perseroan akan dibagi menjadi 2 kelas, yaitu:
Kelas A: nilai nominal Rp 1 juta terdiri dari 1 lembar
Kelas B: nilai nominal Rp 1 juta
2. Kelas saham A dan B memiliki hak yang sama dalam hal pembagian keuntungan dan kerugian
3. Kelas Saham A: memiliki hak memilih direksi dan komisaris perseroan.
4. Jumlah pemilik saham perseroan akan dibatasi maksimal 49 pihak, sehingga dengan demikian tidak butuh untuk mendaftarkan diri sebagai perusahaan terbuka ke OJK
5. Perseroan akan mengeluarkan saham seri B dengan nilai nominal @Rp1.000.000 (Rp 1 juta rupiah) dijual di harga par Rp 1.000.000
6. Perseroan berencana menggunakan dana yang terhimpun untuk:
~pembuatan akta pendirian
~pembelian unit kendaraan Elf yang menurut sumber di https://www.otomaniac.com/harga-mobil-isuzu-terbaru/ adalah Rp 209.000.000/ unit
7. Bidang bisnis awal perseroan adalah di bidang transportasi, tanpa menutup pintu untuk bisnis lainnya.
8. Saat ini, saham perseroan telah dipesan sebanyak 50 lembar:
~saham seri A: 1 lembar @Rp 1.000.000 oleh Mamat Rohimat, SE, MM sekaligus sebagai Pendiri Perseroan
~saham seri B: 49 lembar @ Rp 1.000.000
9. Perseroan memberi kesempatan kepada pihak-pihak untuk bergabung membeli saham seri B @Rp 1.000.000, dengan catatan tidak melebihi 49 pihak termasuk pendiri perseroan.
10. Asalnya, setiap pihak diizinkan memesan minimal 1 lembar saham seri B @Rp 1.000.000, hanya saja karena jumlah pemegang saham dibatasi maksimal 49 pihak, setiap ada pihak yang membeli lebih dari 1 saham memiliki hak untuk diprioritaskan

Berminat?
Hubungi: contact person 0811 8500 335

Mamat Rohimat, SE, MM

Friday, February 10, 2017

Tentang Go Pay


Menurut yang saya pahami, Go pay adalah:
1. Alat membayar selain dg cash keras, untuk layanan gojek
2. Pembayaran tersebut adalah bukan dg kartu kredit
3. Pembayaran dg saldo deposit, sehingga hakikatnya adalah dibayar cash.
4. Uangnya dimana di simpan? Pastinya di bank. Gojek mungkin kerjasama dg bank, spt bca membuat virtual account.
5. Akadnya ke bank? Jika berupa semacam tabungan, bank perlakukan pinjaman. Jk ada bunga, bunga di sisi ini adalah riba qard.
Tapi jk dianggap titipan tak berbunga, dan tak berbiaya, ya tidak. Semacam custody atau wadhiah.
6. Jk bayar dg go pay, gojek kasih discount, ini sy tdk setuju dianggap riba. Ini yg kmrin dikritisi. Hak gojek sbg strategi dia dlm harga termasuk diskriminasi harga, agr org beralih ke go pay

Al-Faqiir Mamat Rohimat